Australia telah secara terbuka menuduh kelompok peretasan yang didukung pemerintah China melakukan spionase cyber dan pencurian data terhadap entitas Australia.
Badan keamanan cyber pemerintah Australia mengidentifikasi kelompok tersebut sebagai pelaku pencurian sandi dan nama pengguna dari dua jaringan Australia pada tahun 2022, menyoroti ancaman yang terus berlanjut dari intrusi cyber ini. Menteri Urusan Dalam Negeri dan Keamanan Siber Clare O'Neil menekankan ancaman signifikan yang ditimbulkan oleh aktivitas cyber yang didukung pemerintah asing terhadap keamanan nasional.
Tuduhan ini muncul tidak lama setelah keterlibatan diplomatik yang bertujuan untuk menstabilkan hubungan antara Australia dan China, menandai momen tegang dalam hubungan kedua negara.
.Jadilah yang pertama membalas diskusi umum ini.
Bergabunglah dalam percakapan yang lebih populer.